Pertukaran pelajar merupakan suatu program menukar pelajar dari suatu negara ke negara lain. Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan interaksi dengan warga asing bagi pelajar itu sendiri. Fakultas Teknologi Pertanian  (FTP) Universitas Jember telah melakukan kerjasama pertukaran pelajar dengan beberapa universitas di Asia. Salah satunya dengan Prefecture University of Hiroshima (PUH), Jepang. Pertukaran pelajar ke PUH Jepang sudah dilakukan hampir 3 tahun dengan total mahasiswa 13 orang. Program pertukaran pelajar ini berlangsung selama tiga bulan.

Kegiatan yang dilakukan selama di PUH yaitu penelitian untuk tugas akhir, karena sesuai fokus dari pertukaran pelajar itu sendiri yaitu program pertukaran penelitian. Mahasiswa mendapatkan supervisor dari PUH untuk membimbing sesuai dengan tema penelitiannya selama di sana. Jadi kegiatan di kampus difokuskan pada penelitian di laboratorium.

Penelitian di laboratorium Faculty of Life and Environmental Science, PUH

Dengan demikian, pelajar dituntut untuk mengerti dan menguasai cara penggunaan peralatan laboratorium yang sebelumnya mungkin belum pernah mereka lakukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan perbedaan sistem pengajaran. Di Jepang, pelajar dituntut untuk mandiri selama di laboratorium karena tidak ada teknisi yang membantu. Jadi jika merasa ada kesulitan langsung dikonsultasikan dengan dosennya.

Selain itu, ada beberapa event diluar kampus yang dapat diikuti pada musim dingin  tahun 2017. Beberapa pelajar dari FTP mengikuti Japanese speech contest dan Global camp. Japanese speech contest diadakan oleh Shobara International Exchange Association. Peserta event tersebut yaitu warga asing dari berbagai negara yang berada di Shobara. Peserta dari berbagai negara diminta untuk berpidato dalam bahasa jepang dengan tema bebas.

Japanese speech contest

Sedangkan Global camp diadakan oleh Shobara Elementary School. Beberapa warga asing yang tinggal di Shobara diminta untuk mengenalkan budaya dan permainan tradisional dari masing-masing negara pada siswa sekolah dasar kelas 3. Sehingga siswa SD mengetahui tentang budaya dan permainan tradisional negara lain. Selain itu diharapkan siswa SD dapat melakukan interaksi dengan warga asing serta melatih mereka untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *